Pengunjung

free counters

Admin

Lomba Blog PNF 2010

Evaluasi hasil pembelajaran pendidikan keaksaraan dengan model patroli aksara

Keberhasilan pembelajaran pendidikan keaksaraan sangat besar dipengaruhi oleh bentuk evaluasi yang digunakan dalam mengukur capaian kemampuan keaksaraan warga belajar. Hasil pembelajaran pada pendidikan keaksaraan selama ini terlihat pada suatu bentuk legalitas keberaksaraan, yaitu diberikannya Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA) kepada warga belajar. Disadari atau tidak, bentuk evaluasi yang dilakukan cukup memberikan pengaruh terhadap capaian keberhasilan program pendidikan keaksaraan.

Pemanfaatan Internet Secara Sehat

Oleh : Hasruddin, S.Pd
Ketua pengelola IT UPTD SKB Kota Palopo

Internet hari ini bukan lagi menjadi sesuatu yang mewah dan mahal. Bahkan internet sudah bisa dikatakan sebagai kebutuhan fundamental yang sangat menunjang efektifitas kegiatan. Siswa berinteraksi dengan internet untuk mendapatkan pengetahuan yang menunjang pembelajaran disekolahnya, guru berinternet untuk mencari bahan-bahan pembelajaran yang efektif dan mudah diserap oleh siswa, para pebisnis berinternet untuk mencari relasi dan memasarkan produknya, begitupun dengan yang lain semua menggunakan internet dengan tujuan memudahkan aktifitas yang sedang dilaksanakannya. Kita sudah tidak dapat memungkiri bahwa internet telah memberikan warna baru dalam aktifitas kita sehingga sesuatu yang selama ini kita pandang sulit menjadi hal sangat mudah karena internet itu sendiri. Akan tetapi pertanyaannya adalah apakah kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh internet benar-benar kita gunakan untuk kebaikan dalam kehidupan kita?.

Palopo Kota Pendidikan

Slogan Kota Palopo sebagai Kota Idaman dengan menjadikan pendidikan sebagai salah satu dimensi unggulan hari ini terbukti bukanlah isapan jempol belaka. Banyak hal yang membuktikan hal tersebut salah satunya begitu banyaknya sekolah-sekolah mulai SD sampai perguruan tinggi yang terdapat di Kota Palopo baik yang berstatus swasta atau negeri. Terlebih lagi dengan banyaknya satuan-satuan penyelenggara pendidikan di bidang pendidikan non formal seperti lembaga kursus, PKBM, PAUD, dan satuan pendidikan yang lain yang bertujuan untuk melayani pendidikan masyarakat yang tidak terjangkau oleh pendidikan di jalur formal. Melihat luas wilayah

Ujian Akhir Nasional Paket A, B, dan C Tahap II Kota Palopo Tahun 2010

Pelaksanaan ujian Kesetaraan tahap kedua tahun 2010 akan dilaksanakan secara serempak di Indonesia. Kota Palopo dalam ujian kesetaraan tahap kedua ini juga menyelenggarakan ujian Nasional untuk Paket A, B, dan C. Untuk ujian paket C telah dilaksanakan kemarin tanggal 2 November dan berdasarkan jadwal akan berakhir pada hari jumat 5 November 2010. Ujian paket C ini dipusatkan di SMAN 3 Kota Palopo. Lokasi ini dipilih karena pas berada di pusat kota sehingga akan memudahkan kepada seluruh peserta ujian untuk datang. Ujian paket C tahap kedua ini akan diikuti oleh 356 orang yang merupakan peserta dari beberapa program pada PKBM di Kota Palopo. Hari pertama ujian Paket C dilaksanakan dengan tertib dan

Permenpan No. 15 Tahun 2010

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PAMONG BELAJAR DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Bahwa jabatan fungsional pamong belajar dan angka kreditnya yang diatur dalam Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 25/KEP/MK.WASPAN/1999 tentang Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Angka Kreditnya

Aktifitas Bermain Stimulasi Tumbuh Kembang Anak

AKTIVITAS BERMAIN STIMULASI
TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI

Oleh : Akram Risa
Kabid Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Kota Palopo

Kemajuan pendidikan di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas penanganan pendidikan anak usia dini saat ini. Kalau ingin mengubah wajah pendidikan Indonesia ke depan yang harus ditangani dan diterapi terlebih dahulu adalah layanan pendidikan bagi anak usia dini karena merupakan basis dan cerminan pendidikan yang pertama dan utama untuk menggapai insan cerdas komprehensif dan kompetitif dikemudian hari.
Anak usia dini merupakan kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang unik. Anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan daya pikir, daya cipta, bahasa, dan komunikasi yang holistik dengan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Membekali anak dengan pendidikan yang cukup memadai sesuai dengan tumbuh

Kegiatan Diklat Fungsional Pamong Belajar

Sabtu 16 Oktober tahun 2010 di Aula Dinas UPTD SKB Kota Palopo dilaksanakan kegiatan Diklat Fungsional Pamong Belajar. Diklat ini adalah salah satu program PMPTK-PNF tahun 2010. Kegiatan ini diawali dengan kegiatan pembukaan, dimana dalam pembukaan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo yang diwakili oleh sekretaris dinas, Kasi Program BPPNFI Regional V Makassar, Kepala UPTD SKB Kota Palopo, dan peserta. Kepala Dinas dalam sambutan dan arahannya mengharapkan kepada seluruh pamong belajar untuk lebih meningkatkan profesionalismenya mengingat tantangan pendidikan non

Membangun Semangat Juang PTK-PNF (1)

Membangun mental pejuang Pendidikan Non Formal merupakan satu pekerjaan penting yang harus dilaksanakan. Jika hal ini terabaikan, maka besar kemungkinan Pendidikan Non Formal ini akan semakin terpinggirkan. Saya yakin bahwa kita semua akan bersepakat bahwa kompleksitas persoalan pada jalur pendidikan formal sangat beragam, jauh lebih rumit dari yang dihadapai oleh mereka yang bergelut pada pendidikan formal. Pendidikan formal jauh lebih bisa diukur dari berbagai macam segi mulai dari sarana dan prasarana yang hampir keseluruhan lengkap dan permanen, hampir seluruh peserta didik bersedia untuk membayar biaya sekolah berapapun itu, guru yang mengajar dari tahun-ketahun semakin disejahterakan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang makin memanjakan guru seperti sertifikasi dan yang terakhir adalah Perpres 52/2009 tentang Tambahan Penghasilan Bagi Guru PNS sebesar Rp250.000. Tapi lihatlah bagaimana dengan pendidikan non formal, sebagaian lembaga penyelenggara PNF diberikan gelar sebagai lembaga ON-OFF, tempat belajar dibawah kolong rumah penduduk, peserta didik yang telah terlanjur terkonsentrasi dengan upaya pemenuhan kehidupan seharai-hari jauh lebih mementingkan bekerja daripada belajar, Tutor yang mengajar diberikan imbal jasa tidak seberapa, jangankan yang sukarela PNS saja memperoleh penghasilan yang pas-pasan. Contohnya pamong belajar, ketika guru sedang tersenyum dengan berita sertifikasi mereka, pamong belajar hanya dijanjikan juga akan disertifikasi meskipun sampai hari ini belum dilakukan, dan yang paling parah adalah draf payung hukum untuk pamong belajar sampai hari ini belum ditandatangani oleh mereka yang memiliki kewenangan.
Terlepas dari itu semua, kita tidak dapat menapikan betapa besar sumbangsih pendidikan non formal yang diberikan kepada pemerintah khususnya pada sektor pendidikan. Akan tetapi dengan fakta-fakta tersebut diatas, bisa jadi upaya pembanguan pendidikan masyarakat khususnya pada jalur pendidikan non formal akan tercederai oleh semangat PTK-nya yang tidak maksimal. Sehingga perlu upaya-upaya baru dalam membangun semangat PTK-PNF yang sudah mulai menurun. Hal yang urgen bagi kami untuk segera dilaksanakan adalah

Menyusun Undang-undang baru yang mengatur tentang PTK-PNF
Khusus pada jalur pendidikan non formal memang diakui bahwa untuk PTK-PNF sering terjadi perubahan-perubahan ketenagaan disebabkan oleh program PNF yang setiap saat berubah dan dengan perubahan itu kemudian berimbas kepada keberadaan pengelola pendidik pada program tesebut. Akan tetapi sesungguhnya pada pendidikan non formal terdapat pamong belajar dan penilik yang bersatatus PNS bisa dijadikan sebagai langkah awal. Seperti ketika guru dan dosen dibahagiakan dengan undang-undang guru dan dosen maka alangkah baiknya ketika pada jalur non formal disusun undang pamong belajar dan penilik yang perlakuanya disamakan dengan guru dan dosen, sebagaimana yang dimimpikan oleh pamong belajar dan penilik hari ini. Langkah ini kami diyakini akan membangun semangat juang PTK-PNF dalam mengelola program PNF yang kompleks dengan masalahnya, terkhusus kepada pamong belajar dan penilik yang menjadi pilot projek undang-undang tersebut.

Memberikan reward dan punishment kepada PTK-PNF
"Dalam konsep manajemen dikenal dua istilah penting yakni reward dan punishmen. Reward dan punishment merupakan dua bentuk metode dalam memotivasi seseorang untuk melakukan kebaikan dan meningkatkan prestasinya. Kedua metode ini sudah cukup lama dikenal dalam dunia kerja. Tidak hanya dalam dunia kerja, dalam dunia penidikan pun kedua ini kerap kali digunakan. Namun selalu terjadi perbedaan pandangan, mana yang lebih diprioritaskan antara reward dengan punishment? Reward artinya ganjaran, hadiah, penghargaan atau imbalan. Dalam konsep manajemen, reward merupakan salah satu alat untuk peningkatan motivasi para pegawai. Metode ini bisa meng-asosiasi-kan perbuatan dan kelakuan seseorang dengan perasaan bahagia, senang, dan biasanya akan membuat mereka melakukan suatu perbuatan yang baik secara berulang-ulang. Selain motivasi, reward juga bertujuan agar seseorang menjadi giat lagi usahanya untuk memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah dapat dicapainya.
Sementara punishment diartikan sebagai hukuman atau sanksi. Jika reward merupakan bentuk reinforcement yang positif; maka punishment sebagai bentuk reinforcement yang negatif, tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Tujuan dari metode ini adalah menimbulkan rasa tidak senang pada seseorang supaya mereka jangan membuat sesuatu yang jahat. Jadi, hukuman yang dilakukan mesti bersifat pedagogies, yaitu untuk memperbaiki dan mendidik ke arah yang lebih baik. Pada dasarnya keduanya sama-sama dibutuhkan dalam memotivasi seseorang, termasuk dalam memotivasi para pegawai dalam meningkatkan kinerjanya. Keduanya merupakan reaksi dari seorang pimpinan terhadap kinerja dan produktivitas yang telah ditunjukkan oleh bawahannya; hukuman untuk perbuatan jahat dan ganjaran untuk perbuatan baik. Melihat dari fungsinya itu, seolah keduanya berlawanan, tetapi pada hakekatnya sama-sama bertujuan agar seseorang menjadi lebih baik, termasuk dalam memotivasi para pegawai dalam bekerja" Dikutip dari (http://ipdn-artikelgratis.blogspot.com/2008/09/sistem-reward-dan-punishment-untuk.html)
(Bersambung)
Penulis; Hasruddin, S.Pd

Diseminasi Hasil LKN-LKT PTK-PNF berprestasi tingkat nasional Tahun 2010

Hari kamis tanggal 30 September tahun 2010 di hotel Sanur Paradise  Bali, dilaksanakan pembukaan kegiatan Diseminasi Hasil Karya Nyata dan Karya Tulis PTK-PNF berprestasi tingkat nasional yang dilaksanakan dalam Jambore PTK-PNF tahun 2010. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan dari tanggal 30 September s.d 2 Oktober tahun 2010. Kegiatan ini selain untuk memberikan penghargaan kepada PTK-PNF yang berprestasi ditingkat Nasional, juga bertujuan untuk memberikan penguatan-penguatan terhadap hasil harya berprestasi peserta baik ditingkat provinsi mapun ditingkat nasional. Kegiatan pembukaan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal PMPTK, Durektur PTK-PNF, Tim Asistensi, serta peserta Jambore 1000 PTK-PNF tahun 2010. Kegiatan diseminasi ini diikuti oleh seluruh peserta Jambore wilayah timur yang berjumlah 17 provinsi. Dalam sambutannya, Direktur PTK-PNF (DR. Erman Samsuddin) mempresentasikan hasil evaluasi lomba Jambore PTK-PNF Tahun 2010, dalam evaluasi ini digambarkan mulai dari sebaran provinsi berprestasi, sampai kepada pengkategorian peserta jambore mulai dari yang terbaik sampai kepada yang kurang baik. Harapan dari evaluasi ini adalah daerah-daerah yang dianggap belum memberikan prestasi maksimal, dapat lebih memacu diri sehingga daerahnya tidak terlalu ketinggalan dari daerah lainnya.
Sambutan selanjutnya adalah dari Direktur Jenderal PMPTK yang memberikan apresiasi luar biasa terhadap hasil jambore 1000 PTK-PNF 2010, dalam sabutannya beliau menantang kepada Direktorat yang terkait untuk lebih meningkatkan level jambore PTK-PNF ketingkat dunia sehingga kegiatan ini. Selanjutnya beliau membuka kegiatan Diseminasi Hasil Karya Nyata dan Karya Tulis PTK-PNF berprestasi tingkat nasional tahun 2010 dengan memukul gong sebanyak tujuh kali sebagai symbol tujuh jenis lomba yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Diposting oleh; Hasruddin, S.Pd

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Membangun PTK-PNF

Latar Belakang
Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 13 ayat 1 telah menjelaskan bahwa jalur pendidikan terdiri dari 3 (tiga) jalur, yaitu jalur pendidikan formal, jalur pendidikan nonformal dan jalur pendidikan informal untuk dapat saling melengkapi dan memperkaya. Lebih jauh lagi dijelaskan pada pasal 26 ayat 1 bahwa pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Dalam membangun mutu pendidik dan tenaga kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional telah melakukan perubahan-perubahan yang substantif dengan membentuk satu Direktorat Jenderal khusus yang menangani mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan baik formal maupun nonformal. Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, telah ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK), kemudian disusul terbentuknya empat (4) Direktorat baru di bawah Ditjen PMPTK, yang salah satunya adalah Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non-Formal (Dit.PTK-PNF) untuk khusus menangani pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal (PTK-PNF).

Karakteristik PTK-PNF
Karakteristik dari PTK-PNF yang ada di Indonesia yang berstatus Pegawai Negeri Sipil hanyalah Pamong Belajar dan Penilik, sedangkan sisanya seperti Tutor Kesetaraan, Tutor Keaksaraan, Instruktur Kursus, Pendidik PAUD dan lain sebagainya adalah berstatus non PNS. Selain itu perkembangan PTK-PNF tergantung kepada kebutuhan masyarakat, sehingga ini juga berdampak kepada kuantitas dari PTK-PNF yang ada untuk melakukan pendampingan terhadap program-program pada pendidikan nonformal seperti Pendidikan Anak Usia Dini, Kesetaraan, Keaksaraan dan Life Skill.
Bila seringkali terdengar sebutan untuk PTK-PNF dengan “ON – OFF”, maksudnya adanya PTK-PNF tersebut amat bergantung kepada ada tidaknya warga belajar. Permasalahannya adalah keberadaan warga belajar pada pendidikan nonformal memiliki spesifikasi yang khas juga, tergantung kepada keinginan belajar dan kebutuhan mereka. Inilah yang menyebabkan pengembangan pendidikan nonformal menjadi semakin unprecditable atau tidak dapat diperkirakan dengan pasti.
Selain itu keberagaman dari PTK-PNF dengan masing-masing bidangnya mempunyai tantangan tersendiri bagi pengembangan pendidikan nonformal. Seperti Pamong Belajar yang mempunyai tugas untuk memfasilitasi dan memotivasi warga belajar serta mengembangkan model pembelajaran atau peran Penilik untuk melakukan kepenilikan, lantas peran dari Pendidik PAUD yang bertugas untuk mendidik Anak Usia Dini, para Tutor dan lain sebagainya. Karena keberagaman ini juga tidak ditunjang oleh sebuah dukungan system pendataan yang baik dengan adanya kekhasan dari warga belajar pada pendidikan nonformal, sehingga ini berakibat kepada begitu cepatnya perubahan seorang PTK-PNF menjadi PTK-PNF yang lain. Sebagai contoh adalah ketika A menjadi Pendidik PAUD pada bulan x – y lantas kemudian dengan cepat berubah menjari Tutor Keaksaraan pada bulan z yang disebabkan oleh Pendidik PAUD dan Tutor Keaksaraan dalam rentangan waktu yang bersamaan. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya melakukan pendataan ada PTK-PNF bila tidak adanya sebuah strategi yang jelas.
Belum lagi masih minimnya pemetaan berdasarkan kompetensi yang baik bagi PTK-PNF dikarena kecepatan perubahan status tersebut. Ketidakadaan pemetaan ini tentunya akan berdampak langsung kepada lemahnya penjaminan mutu para PTK-PNF yang akan berimbas kepada mutu dari warga belajar. Bagi dunia pendidikan ini adalah permasalahan besar karena membiarkan terjadinya pembodohan baik secara sengaja maupun tidak sengaja terhadap sasaran maupun stakeholder dari pendidikan nonformal, PTK-PNF khususnya.
Selain itu, pemerintah sampai saat ini masih belum memberikan payung hukum yang jelas untuk bisa mengayomi PTK-PNF baik dari segi mutu maupun dari segi kesejahteraan karena beberapa alasan. Sebagai salah satu contoh adalah ketidakadilan yang terjadi antara Penilik dan Pengawas yang masing-masing bertugas melakukan fungsi pengawasan terhadap program. Penilik yang melakukan pengawasan untuk program pendidikan nonformal nilai tunjangan lebih rendah dibandingkan dengan Pengawas yang bertugas pada pendidikan formal. Belum lagi permasalahan Batas Usia Pensiun (BUP) yang berbeda antara Penilik dan Pengawas, padahal mereka sama-sama tenaga fungsional. Yang lebih menarik lagi adalah ketidakjelasan karir PTK-PNF secara konseptual, ketika seorang Pendidik PAUD tidak mempunyai karir yang jelas sesuai dengan kompentensinya seperti halnya PTK-PNF lainnya. 

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi di Era Sekarang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akhir-akhir ini sudah amat luar biasa, bahkan sudah sampai tahapan dimana penggunaan TIK telah menghilangkan batasan wilayah dan waktu karena semuanya sudah serba cepat dan setiap orang punya akses yang sama terhadap informasi.
Perkembangan TIK merupakan gabungan dari perkembangan teknologi komputer dan teknologi komunikasi.Teknologi komputer sekarang sudah sedemikian canggih sehingga komputer semakin lama semakin kecil dan semakin cepat serta penggunaannya sudah demikian kompleks untuk membantu perkembangan sains. Sedangkan teknologi komunikasi telah menghasilkan sebuah kecepatan yang luar biasa dalam pemindahan informasi dari satu titik ke titik yang lainnya. Gabungan dari keduanya telah menjadikan informasi sekarang telah menjadi sumber daya yang penting dan mempunyai keragaman media informasi yang inovatif.
Salah satu hasil dari TIK adalah Internet, sebuah media yang komunikasi yang bersifat global dan penuh dengan informasi, bahkan setiap orang bisa aktif dengan begitu banyak media interaksi yang ada di sana. Bahkan penggunaan internet tidak hanya bisa diakses melalui internet saja, tapi sudah dapat dilakukan melalui telepon atau HP, TV, dan media lainnya.
Penggunaan internet telah mengubah dunia sekarang ini menjadi satu tanpa ada lagi batasan-batasan yang bersifat primordial, ideologi, negara dan agama. Setiap orang bisa mengakses pengetahuan yang ingin dia ketahui tanpa adanya batasan. Bahkan dengan internet manusia bisa belajar sendiri untuk menentukan informasi atau pelajaran yang ia ingin dapatkan tanpa harus ada kurikulum yang terkadang mengekang kebebasan untuk belajar atau lebih mendekati kepada long life education.

Menjawab Tantangan PTK-PNF Dengan TIK
Pendidikan Nonformal yang mempunyai karakteristik dinamis dan fkeksibel tersebut pada dasarnya merupakan pendidikan yang berbasiskan kebebasan dan aktulisasi diri atau juga dapat dikatakan pendidikan yang berbasiskan kepada kebutuhan masyarakat. Kesemuanya tertuang dalam moto pendidikan nonformal yaitu long life education atau belajar sepanjang hayat.
Karakterisitik inilah yang sesungguhnya dapat difasilitasi oleh TIK. Melalui Distance Learning atau pembelajaran jarak jauh maka proses pembelajaran dapat dilakukan tanpa melakukan pertemuan konvensional. Ketika seorang PTK-PNF mempunyai dinamisasi yang tinggi terhadap pekerjaannya maka menuntut mereka untuk bisa menguasai berbagai bidang ilmu, karena bukan suatu hal yang tidak mungkin A menjadi tutor hari ini, esok akan menjadi Pendidik PAUD, ini bisa difasilitasi dengan peran internet menjadi sumber informasi yang tidak terbatas. Atau ketika PTK-PNF ingin memberikan sumber informasi kepada warga belajarnya yang mempunyai karakteristik yang khas maka media internet merupakan salah satu media yang menjanjikan, karena setiap warga belajar dapat mengakses kapanpun dan dimanapun pembelajaran yang diberikan oleh PTK-PNF.
Salah satu permasalahan utama yang ada pada PTK-PNF adalah masih lemahnya pemetaan dan pendataan PTK-PNF sampai saat ini. Oleh karena itu, sejak tahun 2007 Direktorat PTK-PNF mengembangkan 2 (dua) sistem, yaitu Sistem Informasi Manajemen Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SIM-NUPTK) untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan valid PTK-PNF dan Decission Support System (DSS) untuk mendapatkan informasi awal kemampuan PTK-PNF dalam penguasaan terhadap bidangnya masing-masing sesuai dengan standar kompetensinya.
Pengembangan SIM-NUPTK tersebut bermaksud untuk mendapatkan data secara lengkap sesuai dengan kesepakatan yang memenuhi unsur-unsur validasi per individu PTK-PNF bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia yang telah ditunjuk oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk menjadi Pusat Pendataan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Untuk pemetaan kemampuan PTK-PNF sampai saat ini Direktorat PTK-PNF telah mengembangkan sebuah DSS untuk Pamong Belajar dan Penilik untuk mengetahui kemampuan awal penguasaan bidang mereka, kedepannya akan dilakukan kepada semua PTK-PNF. Yang kedepannya diharapkan mampu untuk melakukan penilaian-penilaian tentang profesionalisme mereka sesuai dengan tugas keahlian dan jabatan mereka. Ini kesemuanya diharapkan mampu untuk memberikan jawaban sebagai upaya awal untuk melakukan penjaminan mutu dari PTK-PNF pada umumnya yang berujung kepada sebuah sertifikasi kepada PTK-PNF.

Kesimpulan
Sudah saatnya penggunaan TIK digunakan dengan seoptimal mungkin dalam dunia pendidikan karena kemudahan-kemudahan yang diberikan serta percepatan yang dapat dilakukan.
Walau demikian permasalahan saat ini adalah masih minimnya sarana dan prasarana pendukung TIK, khususnya pada pendidikan non formal. Berkenaan dengan hal tersebut sudah saatnya pemerintah maupun stakeholder melakukan program-program pendukung terhadap pengembangan dan pemanfaatan TIK untuk kebutuhan pengembangan pendidikan, PTK-PNF khususnya.
Sumber ; http://www.jugaguru.com/column/all/tahun/2009/bulan/11/tanggal/04/id/1019/
Diposting oleh ; Hasruddin, S.Pd

Penutupan Festival OR Peserta didik PNF Tahun 2010


Kegiatan Festival peserta didik PNF tahun 2010 berakhir sudah pada hari minggu, 26 September 2010. Pada hari itu dilombakan beberapa final cabang olahraga seperti Bulu tangkis, tenis meja, dan sepak bola mini. Setelah semua perlombakan berakhir, selanjutnya dilanjutkan dengan penutupan kegiatan secara resmi. Adapun yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Asisten deputi olahraga Kementrian Pemuda dan Olahraga. Dalam sambutannya beliau merasa sangat berbangga atas keberhasilan pelaksanaan festival olahraga peserta didik ini dan mengaharapakn kepada seluruh peserta didik untuk untuk terus mengasah kemampuannya didaerah masing-masing. Selanjutnya beliau menutup secara resmi kegiatan tersebut. Acara selanjutnya adalah pengumuman pemenang yang dilanjutkan dengan penyerah medali. Adapun juara umum adalah kontingen SKB Kota Palopo yang berhasil meraik 5 (lima) medali emas 1 (satu) perak dan 1 (satu) perunggu, diikuti oleh SKB Jeneponto yang berhasil meraih 2 (dua) emas dan 1 perunggu. Terlihat seluruh kontingen cukup merasa puas dengan hasil masing-masing.
Diposting oleh : Hasruddin, S.Pd

Hari Pertama Festival Peserta Didik PNF

Hari pertama lomba Festival peserta didik PNF tahun 2010 telah dilaksanakan. Hari pertama ini dilaksanakan 6 (enam) kategori lomba sekaligus. Yakni cabang engrang, terompah, sepak bola mini, bola voli, tenis meja, dan bulu tangkis. Peserta yang terdiri dari 250 orang ini terlihat sangat bersemangat mengikuti kegiatan. Seru, dan menyenangkan itulah yang dirasakan oleh peserta. Hal ini terungkap ketika kami (red) mencoba menanyakan hal tersebut kepada salah seorang peserta dari kabupaten Luwu. Mereka terlihat sangat menikmati lomba yang meskipun mereka baru bertemu satu sama lain dengan utusan dari daerah lain. Kearaban terlihat sangat dominan, baik dikalangan peserta maupun dikalangan pendamping. Hal inilah yang sesungguhnya menjadi salah satu substansi utama mengapa kegiatan Festifval Peserta Didik PNF ini dilaksanakan. Dihari pertama itu SKB Kota Palopo terlihat sangat dominan dalam meloloskan pesertanya sampai pada babak selanjutnya, seperti bola voli putri, bulu tangkis, dan engrang. Disektor bola voli putra SKB Pinrang terlalu tangguh untuk peserta dari SKB lain, hal ini terlihat dari begitu mudahnya mereka menumbangkan lawan-lawannya. Hari pertama itu pula dilangsungkan final untuk beberapa kategori lomba sepeti terompah putra putri, bola voli putra putri, dan engrang putra putri. SKB Kota Palopo pada akhirnya mampu meraih medali emas pada cabang bola voli putri setelah mengalahkan SKB Kota Pare-pare pada babak final. Medali emas juga diraih pada kategori lomba engrang putra putri, yang artinya bahwa SKB Kota Palopo meraik 3 emas pada hari pertama tersebut.
Hal yang paling seru terjadi dikategori lomba bola mini putra, dimana malam sebelumnya terjadi hujan sehingga lapangan yang telah disiapkan panitia menjadi becek. Akan tetapi hal tersebut sedikitpun tidak mengurangi semangat mereka, mereka terlihat seperti bocah yang kegirangan bermain lumpur-lumpuran. Tapi yang pasti bahwa senyum sangat banyak terjadi dihari pertama lomba tersebut.
Diopsting oleh ; Hasruddin, S.Pd

Pembukaan Festival Peserta Didik PNF 2010

Jumat, tanggal 24 September tahun 2010, di Gedung olahraga lagaligo Kota Palopo dilangsungkan pembukaan kegiatan Festival Peserta Didik PNF tahun 2010. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh 21 SKB se Sulawesi Selatan dan Barat, dimana jumlah peserta yang hadir sebanayak 250 orang, ditambah pendamping yang berjunlah 42 orang. Seremoni pembukaan kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 16.00. Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Palopo yang selanjutnya menjadi inspektur upacara, Kepala BPPNFI Regional V Makassar, Asisten Deputi Olahraga, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palopo, serta panitia pelaksana yang terdiri dari panitia pusat dan daerah.
Acara pembukaan ini diawali dengan laporan ketua panitia (Muh. Yamin, S.Pd. M.Si) yang juga adalah sekretaris KONI Kota Palopo yang melaporkan mengenai pelaksanaan kegiatan Festival peserta didik PNF ini. Beliau dalam laporannya menyampaikan tentang hal-hal yang mendasari kegiatan, asal peserta, dan jumlah peserta yang ambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Acara selanjutnya adalah sambutan-sambutan yang diawali oleh Kepala BPPNFI Regional V Makassar, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan Festival peserta didik PNF ini merupakan program model yang diharapkan mampu untuk menjadi wadah sosialisasi kepada seluruh masyarakat tekait dengan pendidikan non formal khususunya pendidikan kesetaraan. Beliau menyampaikan bahwa berdasarkan undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 bahwa jalur pendidikan non formal merupakan salah satu jalur pendidikan yang diatur dan diberlakukan sama dengan pendidikan formal. Akan tetapi ternyata sampai hari ini pendidikan non formal masih menjadi alternatif terakhir dari pilihan-pilihan jalur pendidikan masyarakat. mengakhiri sambutannya, kepala BPPNFI regional V Makassar menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Kota Palopo khusunya kepada SKB Kota Palopo yang telah menfasilitasi sekaligus berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Sambutan selanjutnya adalah sambutan Walikota Palopo yang diawali dengan ucapan selamat datang kepada seluruh dan menyampaikan harapan agar seluruh kontingen dapat menikmati keindahan Kota Palopo. Selanjutnya dalam sambutannya, Walikota Palopo Palopo menyamapiakn terimakasih yang setinggi-tingginya khususnya kepada Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga dan BPPNFI Regional V Makassar yang mempercayakan kepada Kota Palopo sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan yang menurut beliau adalah suatu kebangaan tersendiri. Mengakhiri sambutannya beliau menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kontingen jika dalam pelaksanaan kegitaan tersebut terdapat hal-hal yang tidak berkenan.
Selanjutnya seremoni pembukaan kegiatan dilaksanakan pertandingan exebisi antara Walikota Palopo dengan Kepala BPPNFI Regional V Makasar yang dimenangkan oleh oleh Walikota Palopo.
Diposting oleh; Hasruddin, S.Pd

Pestival Olah Raga Peserta Didik PNF 2010

Kota Palopo sebagai kota tujuan pendidikan bukan sekedar slogan biasa. Banyak prestasi baik skala daerah maupun pusat, bahkan ditingkat dunia yang telah diraih. Berdasarkan bekal itu semua, maka Kota Palopo oleh BPPNFI Reg. V Makassar dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan Pestival Olah raga peserta didik PNF tahun 2010. Kegiatan ini akan dilaksankan dari tanggal 24 sd. 26 September 2010. Peserta yang akan hadir adalah warga belajar Paket B dari seluruh propinsi sul-sel dan sul-bar. Untuk memantapkan acara ini, hari kamis tanggal 16 September 2010 tim sat gas olahraga BPPNFI Reg V makassar melaksanakan rapat teknis dengan seluruh panitia lokal. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Bidang PLS Kota Palopo, Kepala UPTD SKB Kota Palopo, Pamong Belajar, dan Penilik dimana semuanya merupakan panitia pelaksana yang siap untuk mensuksekan acara, sedangkan dari BPPNFI sendiri dihadiri oleh Arman Taufik, S.Pd, dan Drs. Anwar Bakkai M.Pd. Dalam rapat ini sat gas olahraga BPPNFI Reg V Makassar menjelaskan secara gamblang tenis-teknis pelaksanaan kegiatan tersebut, selanjutnya Kabid PLS Kota Palopo dalam arahannya meminta kepada seluruh panitia dan PTK-PNF yang hadir pada saat itu untuk berperan aktif sehingga kegiatan tersebut bisa berajalan dengan sukses.
Diposting oleh ; Hasruddin, S.Pd
Sebagai manusia biasa, kami menyadari pasti terdapat salah dan hilaf yang kami lakukan baik atas nama pribadi maupun atas nama lembaga, olehnya itu kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Palopo. Semoga bulan Ramadhan yang telah kita lalui bisa menempa kita menjadi pribadi-pribadi yang istimewa dimata Allah SWT.

Sinkronisasi Data PNFI Reg. V 2010

Hari senin tanggal 23 Agustus 2010 di hotel Singgasana Makassar dilaksanakan kegiatan Sinkronisasi data PNF tahun 2010. Kegiatan ini direncanakan dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 23 s.d 26 agustus 2010. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola data PNF se-Regional V Makassar dan Regional VIII Papua. Acara pembukaan kegiatan dihadiri oleh Kepala BPPNFI Regional V Makassar (Muhammad Hasbi, S.Kom, M.Pd), Kepala Dinas Pendidikan Profinsi Sulawesi Selatan (Drs. Patabai Pabokori) , dan Sekretaris Direktur Pendidikan Non Formal (DR. Gutama).
Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan Propinsi sulawesi Selatan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan mengharapakan semoga peserta dapat menikmati kesejukan Kota makassar meskipun dalam waktu yang singkat.formal dan Informal Sealanjutnya Sekretaris Direktorat PNF dalam sambutannya menyampaikan beberapa poin penting yang harus diperhtikan dalam kegiatan pendataan ini, diantaranya; 

  1. Pendataan saat ini adalah hal yang sangat urgen karena Fisi pelayanan 2014 adalah pelayanan prima pendidikan,  
  2. Adanya pendataan yang valid dan akurat bukan hanya tentang data SDM tapi juga data kelembagaan, 
  3. Proses pemilihan ratu kecantikan dilakukan melalui proses non formal,  
  4. Data yang dimasukkan akan sangat mendukung perencanaan pembangunan,  
  5. Pamong adalah setengah peneliti,  
  6. BPPNFI melaksanakan program berdasarkan pengembangan model,  
  7. Sangat penting mendata toloh-tokoh pendidikan, pemerhati pendidikan
    Juga dalam sambutannya beliau menceritakan pengalaman-pengalaman beliau ketika masih menangani data pada saat beliau masih bertugas di Dinas Propinsi Jawa Tengah. Sekaitan dengan poin diatas, beliau sangat mengharapakan kepada seluruh  peserta untuk memaksimalkan diri dan potensi yang dimiliki agar kegiatan ini dapat berjalan maksimal dan hasil yang diharapkan dapat tercapai. Setelah mengakhiri sambutannya, Sesdiknas PNF membuka secara resmi kegiatanWorkshop Pendataan PNF Wilayah V dan VIII, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta.

    Diposting oleh; Hasruddin, S.Pd

    Hasil Jambore PTK-PNF Tingkat nasional 2010

    PTK-PNF Kota Palopo kembali menorehkan prestasi ditingkat Nasional. Dimana 2 orang putra terbaik Kota Palopo memperoleh juara 7 tingkat untuk jenis lomba Pengelola IT dan Pengelola Kursus dalam kegiatan Jambore PTK-PNF tingkat Nasional yang dilaksanakan di Surabaya dari tanggal 28 Juli s.d 2 Agustus 2010. Dalam lomba tersebut Kota Palopo berhasil meloloskan 4 orang putra putri terbaiknya yakni Hasruddin, S.Pd (Pengelola IT), Muhamad Ridwan, S.Ag. M.M (Pengelola Kursus), Suyuti Zakir, S.S (Tutor KF), Rafiah, S.Pd (Instruktur Bhs. Inggris) setelah melalui tahap seleksi yang ketat ditingkat propinsi yang diikuti oleh 24 Kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Kegiatan jambore tingkat Nasional ini diikuti oleh 33 propinsi dimana Propinsi Jawa tengah tampil sebagai juara umum. Disusul oleh tuan rumah jawa Timur. Prestasi terbaik yang diperoleh oleh peserta dari Sulawesi selatan adalah Juara 3 untuk kategori lomba Penilik, Juara 7 untuk kategori lomba pengelola IT, Juara 7 untuk kategori lomba pengelola kursus. Meskipun prestasi yang diperoleh belum maksimal, akan tetapi peserta jamboree sul-sel tetap bersyukur dan akan melakukan evaluasi terhadap kelemahan-kelemahan yang didapatkan pada peserta kemarin, dengan harapan kelemahan tersebut akan menjadi bahan perbaikan ditahun-tahun mendatang. Adapun hasil lengkap dapat didownload disini

    Pengumuman

    Disampaikan kepada seluruh PTK-PNF Kota Palopo yang sampai hari ini belum memiliki NUPTK diharapkan segera mengisi instrumen pengajuan NUPTK kepada pengelola NUPTK Non Formal pada UPTD SKB Kota Palopo. Dan bagi PTK-PNF yang telah mengisi dan ingin mengetahui  nomor NUPTKnya, silahkan diunduh disini

    Pembukaan Kegiatan Life Skill 2010

    Hari Kamis, 15 Juli 2010 di aula pertemuan UPTD SKB Kota Palopo dilaksanakan pembukaan kegiatan life skill yang dilaksanakan oleh UPTD SKB Kota Palopo Tahun 2010. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan kegiatan life skill yang dijadwalkan akan dilaksanakan dari tanggal 15 Juli s.d 15 Oktober 2010. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo, Kepala Bidang PLS, Kepala UPTD SKB Kota Palopo, Pamong belajar, serta peserta KWK dan KWD yang terdiri dari 45 orang peserta.Ketua panitia dalam hal ini Hasruddin, S.Pd kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo melaporkan secara garis besar pelaksanaan kegiatan life skill tahun 2010 mulai dari alasan diusulkannya program ini, tujuan pelaksanaan, jenis-jenis kegiatan life skill yang diselenggarakan, karakteristik peserta, jumlah peserta setiap kegiatan serta waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan. Disela-sela laporannya, ketua panitia menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang secara aktif membantu pelaksanaan kegiatan life skill tersebut sehingga dapat terwujud ditahun anggaran 2010 ini.
    Dalam sambutannya, kepala UPTD SKB Kota Palopo bapak Pirman Nyili, S.Pd menjelaskan kepada peserta tentang pelaksanaan kegiatan life skill yang diselengarakan oleh UPTD SKB Kota Palopo. Menurut beliau bahwa kegiatan life skill ini bertujuan untuk Memberikan kesempatan bagi peserta didik usia produktif untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental wirausaha berorientasi perkotaan dan pedesaan dalam rangka menurunkan jumlah pengangguran, mengentaskan kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan. Dijelaskan pula oleh beliau bahwa angka pengangguran di Kota Palopo saat ini mencapai 7.758 jiwa atau sekitar 5,6% dari total penduduk Kota Palopo. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan penting sehingga program life skill ini di ajukan.
    Selanjutnya dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo menaruh harapan besar kepada seluruh elemen yang terkait dengan program ini agar berpartsisipasi aktif, mulai dari penaggungjawab kegiatan, panitia pelaksana, narasumber, dan peserta didik sehingga target-target yang diharapkan dapat tercapai dengan baik. Kadis Pendidikan juga memberikan beberapa arahan-arahan terkait masalah teknis pelaksanaan kegiatan seperti teknik pengelolaan pembelajaran yang efektif. Beliau juga mengaharapakan kepada seluruh nasasumber untuk mengeluarkan segenap ilmu yang dimiliki dalam pembelajarannya sehingga peserta dapat menyerap dengan cepat dan baik. Diakhir sambutannya, Kadis Pendidikan Kota Palopo membuka secara resmi pelaksanaan kegiatan life skill KWK Tata Rias Rambut, KWD Menjahit Bordir tahun 2010 yang sambut dengan tepuk tangan oleh seluruh peserta.
    Diposting oleh : Hasruddin, S.Pd

    Hasil Jambore PTK-PNF Tingkat Propinsi

    Luar biasa. Itulah kata yang paling layak untuk menggambarkan perestasi yang diraih oleh PTK-PNF Kota Palopo dalam jambore 1000 PTK-PNF tingkat propinsi Sulawesi selatan. Jambore PTK-PNF ini dilaksanakan di Makassar dipusatkan di BPPNFI Reg V Makassar, yang dilaksanakan dari tanggal 28 Juni sampai dengan 2 juli 2010. Dinas Pendidikan Kota Palopo dalam kegiatan ini mengirimkan enam orang peserta untuk bersaing dengan utusan dari 24 kabupaten kota di Sulawesi selatan. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini adalah
    1. Muhammad Ridwan, S.Ag untuk kategori lomba Manajemen pengelolaan lembaga kursus.
    2. Hasruddin, S.Pd untuk kategori lomba pengelola Blog PNF,
    3. Suyuti Zakir, S.S kategori lomba karya tulis tutor KF,
    4. Rafiah, S.Pd. kategori lomba tutor Bahasa Inggris,
    5. Erniyati Caronge, S.Pd. M.Si. Kategori lomba Karya Nyata Penilik
    6. Megawati. Kategori lomba gerak dan lagu pendidikan anak usia dini (PAUD)
    Dari enam peseta yang ikut, empat orang meraik medali emas,yaitu Hasruddin, S.Pd, Muhammad Ridwan, S.Ag, Suyuti Zakir, S.S, dan Rafiah, S.Pd untuk selanjutnya berhak mewakili Propinsi Sulawesi selatan ketingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Surabaya. Kasi PAUD dan Kepala UPTD SKB Kota Palopo selaku pendamping peserta kepada kami menyampaikan rasa syukur yang setingginya atas prestasi ini. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang PLS yang dihubungi fia SMS menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada seluruh peserta baik yang juara maupun yang belum. Selanjutnya beliau dalam SMSnya meminta kepada para juara untuk segera melakukan pembenahan-pembenahan yang dianggap perlu karena saingan ditingkat nasional jauh lebih berat.

    Diposting Oleh; Hasruddin, S.Pd

    Tentang PTK-PNF

    Kotak Pesan

    Radio PLS

    Bagaiaman menurut anda program yang kami selenggarakan?