Pengunjung

free counters

Admin

Lomba Blog PNF 2010

Tampilkan postingan dengan label SIM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIM. Tampilkan semua postingan

Pemanfaatan Internet Secara Sehat

Oleh : Hasruddin, S.Pd
Ketua pengelola IT UPTD SKB Kota Palopo

Internet hari ini bukan lagi menjadi sesuatu yang mewah dan mahal. Bahkan internet sudah bisa dikatakan sebagai kebutuhan fundamental yang sangat menunjang efektifitas kegiatan. Siswa berinteraksi dengan internet untuk mendapatkan pengetahuan yang menunjang pembelajaran disekolahnya, guru berinternet untuk mencari bahan-bahan pembelajaran yang efektif dan mudah diserap oleh siswa, para pebisnis berinternet untuk mencari relasi dan memasarkan produknya, begitupun dengan yang lain semua menggunakan internet dengan tujuan memudahkan aktifitas yang sedang dilaksanakannya. Kita sudah tidak dapat memungkiri bahwa internet telah memberikan warna baru dalam aktifitas kita sehingga sesuatu yang selama ini kita pandang sulit menjadi hal sangat mudah karena internet itu sendiri. Akan tetapi pertanyaannya adalah apakah kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh internet benar-benar kita gunakan untuk kebaikan dalam kehidupan kita?.

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Membangun PTK-PNF

Latar Belakang
Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 13 ayat 1 telah menjelaskan bahwa jalur pendidikan terdiri dari 3 (tiga) jalur, yaitu jalur pendidikan formal, jalur pendidikan nonformal dan jalur pendidikan informal untuk dapat saling melengkapi dan memperkaya. Lebih jauh lagi dijelaskan pada pasal 26 ayat 1 bahwa pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Dalam membangun mutu pendidik dan tenaga kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional telah melakukan perubahan-perubahan yang substantif dengan membentuk satu Direktorat Jenderal khusus yang menangani mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan baik formal maupun nonformal. Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, telah ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK), kemudian disusul terbentuknya empat (4) Direktorat baru di bawah Ditjen PMPTK, yang salah satunya adalah Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non-Formal (Dit.PTK-PNF) untuk khusus menangani pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal (PTK-PNF).

Karakteristik PTK-PNF
Karakteristik dari PTK-PNF yang ada di Indonesia yang berstatus Pegawai Negeri Sipil hanyalah Pamong Belajar dan Penilik, sedangkan sisanya seperti Tutor Kesetaraan, Tutor Keaksaraan, Instruktur Kursus, Pendidik PAUD dan lain sebagainya adalah berstatus non PNS. Selain itu perkembangan PTK-PNF tergantung kepada kebutuhan masyarakat, sehingga ini juga berdampak kepada kuantitas dari PTK-PNF yang ada untuk melakukan pendampingan terhadap program-program pada pendidikan nonformal seperti Pendidikan Anak Usia Dini, Kesetaraan, Keaksaraan dan Life Skill.
Bila seringkali terdengar sebutan untuk PTK-PNF dengan “ON – OFF”, maksudnya adanya PTK-PNF tersebut amat bergantung kepada ada tidaknya warga belajar. Permasalahannya adalah keberadaan warga belajar pada pendidikan nonformal memiliki spesifikasi yang khas juga, tergantung kepada keinginan belajar dan kebutuhan mereka. Inilah yang menyebabkan pengembangan pendidikan nonformal menjadi semakin unprecditable atau tidak dapat diperkirakan dengan pasti.
Selain itu keberagaman dari PTK-PNF dengan masing-masing bidangnya mempunyai tantangan tersendiri bagi pengembangan pendidikan nonformal. Seperti Pamong Belajar yang mempunyai tugas untuk memfasilitasi dan memotivasi warga belajar serta mengembangkan model pembelajaran atau peran Penilik untuk melakukan kepenilikan, lantas peran dari Pendidik PAUD yang bertugas untuk mendidik Anak Usia Dini, para Tutor dan lain sebagainya. Karena keberagaman ini juga tidak ditunjang oleh sebuah dukungan system pendataan yang baik dengan adanya kekhasan dari warga belajar pada pendidikan nonformal, sehingga ini berakibat kepada begitu cepatnya perubahan seorang PTK-PNF menjadi PTK-PNF yang lain. Sebagai contoh adalah ketika A menjadi Pendidik PAUD pada bulan x – y lantas kemudian dengan cepat berubah menjari Tutor Keaksaraan pada bulan z yang disebabkan oleh Pendidik PAUD dan Tutor Keaksaraan dalam rentangan waktu yang bersamaan. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya melakukan pendataan ada PTK-PNF bila tidak adanya sebuah strategi yang jelas.
Belum lagi masih minimnya pemetaan berdasarkan kompetensi yang baik bagi PTK-PNF dikarena kecepatan perubahan status tersebut. Ketidakadaan pemetaan ini tentunya akan berdampak langsung kepada lemahnya penjaminan mutu para PTK-PNF yang akan berimbas kepada mutu dari warga belajar. Bagi dunia pendidikan ini adalah permasalahan besar karena membiarkan terjadinya pembodohan baik secara sengaja maupun tidak sengaja terhadap sasaran maupun stakeholder dari pendidikan nonformal, PTK-PNF khususnya.
Selain itu, pemerintah sampai saat ini masih belum memberikan payung hukum yang jelas untuk bisa mengayomi PTK-PNF baik dari segi mutu maupun dari segi kesejahteraan karena beberapa alasan. Sebagai salah satu contoh adalah ketidakadilan yang terjadi antara Penilik dan Pengawas yang masing-masing bertugas melakukan fungsi pengawasan terhadap program. Penilik yang melakukan pengawasan untuk program pendidikan nonformal nilai tunjangan lebih rendah dibandingkan dengan Pengawas yang bertugas pada pendidikan formal. Belum lagi permasalahan Batas Usia Pensiun (BUP) yang berbeda antara Penilik dan Pengawas, padahal mereka sama-sama tenaga fungsional. Yang lebih menarik lagi adalah ketidakjelasan karir PTK-PNF secara konseptual, ketika seorang Pendidik PAUD tidak mempunyai karir yang jelas sesuai dengan kompentensinya seperti halnya PTK-PNF lainnya. 

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi di Era Sekarang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akhir-akhir ini sudah amat luar biasa, bahkan sudah sampai tahapan dimana penggunaan TIK telah menghilangkan batasan wilayah dan waktu karena semuanya sudah serba cepat dan setiap orang punya akses yang sama terhadap informasi.
Perkembangan TIK merupakan gabungan dari perkembangan teknologi komputer dan teknologi komunikasi.Teknologi komputer sekarang sudah sedemikian canggih sehingga komputer semakin lama semakin kecil dan semakin cepat serta penggunaannya sudah demikian kompleks untuk membantu perkembangan sains. Sedangkan teknologi komunikasi telah menghasilkan sebuah kecepatan yang luar biasa dalam pemindahan informasi dari satu titik ke titik yang lainnya. Gabungan dari keduanya telah menjadikan informasi sekarang telah menjadi sumber daya yang penting dan mempunyai keragaman media informasi yang inovatif.
Salah satu hasil dari TIK adalah Internet, sebuah media yang komunikasi yang bersifat global dan penuh dengan informasi, bahkan setiap orang bisa aktif dengan begitu banyak media interaksi yang ada di sana. Bahkan penggunaan internet tidak hanya bisa diakses melalui internet saja, tapi sudah dapat dilakukan melalui telepon atau HP, TV, dan media lainnya.
Penggunaan internet telah mengubah dunia sekarang ini menjadi satu tanpa ada lagi batasan-batasan yang bersifat primordial, ideologi, negara dan agama. Setiap orang bisa mengakses pengetahuan yang ingin dia ketahui tanpa adanya batasan. Bahkan dengan internet manusia bisa belajar sendiri untuk menentukan informasi atau pelajaran yang ia ingin dapatkan tanpa harus ada kurikulum yang terkadang mengekang kebebasan untuk belajar atau lebih mendekati kepada long life education.

Menjawab Tantangan PTK-PNF Dengan TIK
Pendidikan Nonformal yang mempunyai karakteristik dinamis dan fkeksibel tersebut pada dasarnya merupakan pendidikan yang berbasiskan kebebasan dan aktulisasi diri atau juga dapat dikatakan pendidikan yang berbasiskan kepada kebutuhan masyarakat. Kesemuanya tertuang dalam moto pendidikan nonformal yaitu long life education atau belajar sepanjang hayat.
Karakterisitik inilah yang sesungguhnya dapat difasilitasi oleh TIK. Melalui Distance Learning atau pembelajaran jarak jauh maka proses pembelajaran dapat dilakukan tanpa melakukan pertemuan konvensional. Ketika seorang PTK-PNF mempunyai dinamisasi yang tinggi terhadap pekerjaannya maka menuntut mereka untuk bisa menguasai berbagai bidang ilmu, karena bukan suatu hal yang tidak mungkin A menjadi tutor hari ini, esok akan menjadi Pendidik PAUD, ini bisa difasilitasi dengan peran internet menjadi sumber informasi yang tidak terbatas. Atau ketika PTK-PNF ingin memberikan sumber informasi kepada warga belajarnya yang mempunyai karakteristik yang khas maka media internet merupakan salah satu media yang menjanjikan, karena setiap warga belajar dapat mengakses kapanpun dan dimanapun pembelajaran yang diberikan oleh PTK-PNF.
Salah satu permasalahan utama yang ada pada PTK-PNF adalah masih lemahnya pemetaan dan pendataan PTK-PNF sampai saat ini. Oleh karena itu, sejak tahun 2007 Direktorat PTK-PNF mengembangkan 2 (dua) sistem, yaitu Sistem Informasi Manajemen Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SIM-NUPTK) untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan valid PTK-PNF dan Decission Support System (DSS) untuk mendapatkan informasi awal kemampuan PTK-PNF dalam penguasaan terhadap bidangnya masing-masing sesuai dengan standar kompetensinya.
Pengembangan SIM-NUPTK tersebut bermaksud untuk mendapatkan data secara lengkap sesuai dengan kesepakatan yang memenuhi unsur-unsur validasi per individu PTK-PNF bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia yang telah ditunjuk oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk menjadi Pusat Pendataan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Untuk pemetaan kemampuan PTK-PNF sampai saat ini Direktorat PTK-PNF telah mengembangkan sebuah DSS untuk Pamong Belajar dan Penilik untuk mengetahui kemampuan awal penguasaan bidang mereka, kedepannya akan dilakukan kepada semua PTK-PNF. Yang kedepannya diharapkan mampu untuk melakukan penilaian-penilaian tentang profesionalisme mereka sesuai dengan tugas keahlian dan jabatan mereka. Ini kesemuanya diharapkan mampu untuk memberikan jawaban sebagai upaya awal untuk melakukan penjaminan mutu dari PTK-PNF pada umumnya yang berujung kepada sebuah sertifikasi kepada PTK-PNF.

Kesimpulan
Sudah saatnya penggunaan TIK digunakan dengan seoptimal mungkin dalam dunia pendidikan karena kemudahan-kemudahan yang diberikan serta percepatan yang dapat dilakukan.
Walau demikian permasalahan saat ini adalah masih minimnya sarana dan prasarana pendukung TIK, khususnya pada pendidikan non formal. Berkenaan dengan hal tersebut sudah saatnya pemerintah maupun stakeholder melakukan program-program pendukung terhadap pengembangan dan pemanfaatan TIK untuk kebutuhan pengembangan pendidikan, PTK-PNF khususnya.
Sumber ; http://www.jugaguru.com/column/all/tahun/2009/bulan/11/tanggal/04/id/1019/
Diposting oleh ; Hasruddin, S.Pd

Sinkronisasi Data PNFI Reg. V 2010

Hari senin tanggal 23 Agustus 2010 di hotel Singgasana Makassar dilaksanakan kegiatan Sinkronisasi data PNF tahun 2010. Kegiatan ini direncanakan dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 23 s.d 26 agustus 2010. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola data PNF se-Regional V Makassar dan Regional VIII Papua. Acara pembukaan kegiatan dihadiri oleh Kepala BPPNFI Regional V Makassar (Muhammad Hasbi, S.Kom, M.Pd), Kepala Dinas Pendidikan Profinsi Sulawesi Selatan (Drs. Patabai Pabokori) , dan Sekretaris Direktur Pendidikan Non Formal (DR. Gutama).
Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan Propinsi sulawesi Selatan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan mengharapakan semoga peserta dapat menikmati kesejukan Kota makassar meskipun dalam waktu yang singkat.formal dan Informal Sealanjutnya Sekretaris Direktorat PNF dalam sambutannya menyampaikan beberapa poin penting yang harus diperhtikan dalam kegiatan pendataan ini, diantaranya; 

  1. Pendataan saat ini adalah hal yang sangat urgen karena Fisi pelayanan 2014 adalah pelayanan prima pendidikan,  
  2. Adanya pendataan yang valid dan akurat bukan hanya tentang data SDM tapi juga data kelembagaan, 
  3. Proses pemilihan ratu kecantikan dilakukan melalui proses non formal,  
  4. Data yang dimasukkan akan sangat mendukung perencanaan pembangunan,  
  5. Pamong adalah setengah peneliti,  
  6. BPPNFI melaksanakan program berdasarkan pengembangan model,  
  7. Sangat penting mendata toloh-tokoh pendidikan, pemerhati pendidikan
    Juga dalam sambutannya beliau menceritakan pengalaman-pengalaman beliau ketika masih menangani data pada saat beliau masih bertugas di Dinas Propinsi Jawa Tengah. Sekaitan dengan poin diatas, beliau sangat mengharapakan kepada seluruh  peserta untuk memaksimalkan diri dan potensi yang dimiliki agar kegiatan ini dapat berjalan maksimal dan hasil yang diharapkan dapat tercapai. Setelah mengakhiri sambutannya, Sesdiknas PNF membuka secara resmi kegiatanWorkshop Pendataan PNF Wilayah V dan VIII, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta.

    Diposting oleh; Hasruddin, S.Pd

    Sosialisasi Pendataan PNF 2010

    Tahun 2010 UPTD SKB Kota Palopo sebagai pusat data centre Pendidikan Non Formal di Kota Palopo akan melaksanakan pendataan PNFI bagi program yang berjalan 1 Januari s.d 31 Desember Tahun 2009. Pendataan ini dimaksudkan agar seluruh program PNFI yang berjalan ditahun 2009, dapat terdata secara baik untuk selanjutnya menjadi bahan dalam perumusan kebijakan ditahun berikutnya. Selanjutnya pada hari Rabu, 5 Mei Tahun 2010 akan dilaksanakan sosialisasi sekaligus pembekalan instrumen kepada petugas pendata yang akan diterjunkan kelapangan.
    Petugas pendata yang dilibatkan adalah Pamong Belajar UPTD SKB Kota Palopo, Penilik, TLD, dan beberapa orang pengelola PKBM terpilih. Pembekalan ini dimaksudkan untuk menyatukan persepsi dan pemahaman teknis petugas pendata agar proses pendataan berjalan efektif dam maksimal. Sosialisasi dan pembekalan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo, Kepala Bidang PNF Kota Palopo, Kepala UPTD SKB Kota Palopo serta petugas pendata.
    Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo menekankan kepada petugas pendata untuk melaksanakan pendataan secara profesional dan bertanggungjawab, sehingga hasil data yang diperoleh benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal senada juga disampaikan oleh Kabid PNF bahwa kebutuhan akan data ini bukan hanya kebutuhan pemerintah pusat saja melainkan bahwa data ini juga sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan untuk alokasi anggaran pendidikan APBDII dan menjadi evaluasi secara subtstantif terhadap persoalan Pendidikan Non Formal di Kota Palopo, dan hal tersebut ditegaskan kembali oleh Kepala UPTD SKB Kota Palopo dalam arahannnya.
    Selanjutnya pembekalan teknis terhadap instrumen dipandu oleh ketua pengelola SIM ICT UPTD SKB Kota Palopo Hasruddin, S.Pd, disampaikan dalam materinya bahwa instrumen pendataan PNFI tahun 2010 lebih tebal akan tetapi lebih jelas dalam pelaksanaannya, karena program PNFI yang didata hanyalah program yang berjalan dari 1 Januari s.d 31 Desember tahun 2010, dengan itu berarti pendataan tahun 2010 berbasis data arsip. Berbeda dengan instrumen tahun sebelumnya yang didalamnnya terdapat instrumen data sasaran Pendidikan Non Formal yang hanya bisa diperoleh dengan cara mengujungi satu persatu rumah penduduk. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan acara simulasi pendataan oleh pemateri untuk memudahkan petugas pendata dalam melaksanakan tugasnya di lapangan.
    Penulis; hasruddin, S.Pd

    Workshop ICT 2009

    "Pelaksanaan workshop yang direncanakan akan berlangsung dari tanggal 14 – 16 Oktober 2009 bertempat di hotel Regents Park Malang di hadiri oleh Dr. Gutama (Sekretaris Ditjen PNFI) Ir. I Gede Panca, M.Pd (Ka. Bagren Sesditjen PNFI), Kadis Pendidikan Kota Malang, Dr. H. Sofwan SH, MSi, dengan peserta dari unsur pengelola Data dan informasi direktorat di jajaran Ditjen PNFI, Kasi Informasi P2PNFI, BPPNFI beserta staf pengelola SIM P2PNFi, BPPNFI serta unsur SKB

    Malang, Pelaksanaan workshop yang direncanakan akan berlangsung dari tanggal 14 – 16 Oktober 2009 bertempat di hotel Regents Park Malang di hadiri oleh Dr. Gutama (Sekretaris Ditjen PNFI) Ir. I Gede Panca, M.Pd (Ka. Bagren Sesditjen PNFI), Kadis Pendidikan Kota Malang, Dr. H. Sofwan SH, MSi, dengan peserta dari unsur pengelola Data dan informasi direktorat di jajaran ditjen PNFI, Kasi Informasi P2PNFI, BPPNFI beserta staf pengelola SIM P2PNFi, BPPNFI serta unsur SKB, yang diantaranya adalah Pengelola SIM UPTD SKB Kota Palopo (Hasruddin, S.Pd), Acara di awali dengan pembukaan oleh Ir. I Gede Panca (Kabagren Setditjen PNFI) sebagai ketua panitia workshop yang menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan yang telah dilakukan oleh bagian perencanaan setditjen PNFI, selain itu disampaikan juga maksud dan tujuan serta isu isu yang akan dibahas dalam workshop.
    Sambutan dilanjutkan oleh kadis  Pendidikan Kota Malang yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh panitia dan peserta, dan diharapkan para peserta maupun panitia tidak cepat meninggalkan kota malang setelah selesainya acara, karma masih banyak obyek yang bisa dikunjungi, dan permohonan maaf bila ada kekurangan dalam pelayanan selama terselenggaranya acara workshop ini.
    Arahan Dr. Gutama, Sesditjen juga sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada SKB yang telah lengkap mengisi datanya sehingga mendapat kehormatan untuk mengikuti workshop nasional ini, dan bagi SKB yang sampai hari ini belum melengkapi datanya diharapkan segera melengkapi datanya tersebut. Pendataan adalah hal yang sangat penting, karena kekuatan pelaksanaan program PNFI ini adalah pada data. Kompleksnya sasaran pendidikan nonformal dan informal menjadikan data sebagai tumpuan pelaksanaan program pendidikan. Data pokok pada pelaksanaan program PNFI adalah data sasaran, data lembaga, data pendidik dan tenaga kependidikan, data anggaran penyelenggaran program. Depdiknas adalah 6 departemen yang menjadi pilot project departemen yang berbasis kinerja, maka Data juga menjadi faktor pendukung utamanya.
    Dan sebagai akhir arahan Sesditjen PNFI membuka dengan resmi acara workshop dengan ucapan basmallah.
    Penulis: Hasruddin

    Tentang PTK-PNF

    Kotak Pesan

    Radio PLS

    Bagaiaman menurut anda program yang kami selenggarakan?