Pengunjung

free counters

Admin

Lomba Blog PNF 2010

Membangun Semangat Juang PTK-PNF (1)

Membangun mental pejuang Pendidikan Non Formal merupakan satu pekerjaan penting yang harus dilaksanakan. Jika hal ini terabaikan, maka besar kemungkinan Pendidikan Non Formal ini akan semakin terpinggirkan. Saya yakin bahwa kita semua akan bersepakat bahwa kompleksitas persoalan pada jalur pendidikan formal sangat beragam, jauh lebih rumit dari yang dihadapai oleh mereka yang bergelut pada pendidikan formal. Pendidikan formal jauh lebih bisa diukur dari berbagai macam segi mulai dari sarana dan prasarana yang hampir keseluruhan lengkap dan permanen, hampir seluruh peserta didik bersedia untuk membayar biaya sekolah berapapun itu, guru yang mengajar dari tahun-ketahun semakin disejahterakan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang makin memanjakan guru seperti sertifikasi dan yang terakhir adalah Perpres 52/2009 tentang Tambahan Penghasilan Bagi Guru PNS sebesar Rp250.000. Tapi lihatlah bagaimana dengan pendidikan non formal, sebagaian lembaga penyelenggara PNF diberikan gelar sebagai lembaga ON-OFF, tempat belajar dibawah kolong rumah penduduk, peserta didik yang telah terlanjur terkonsentrasi dengan upaya pemenuhan kehidupan seharai-hari jauh lebih mementingkan bekerja daripada belajar, Tutor yang mengajar diberikan imbal jasa tidak seberapa, jangankan yang sukarela PNS saja memperoleh penghasilan yang pas-pasan. Contohnya pamong belajar, ketika guru sedang tersenyum dengan berita sertifikasi mereka, pamong belajar hanya dijanjikan juga akan disertifikasi meskipun sampai hari ini belum dilakukan, dan yang paling parah adalah draf payung hukum untuk pamong belajar sampai hari ini belum ditandatangani oleh mereka yang memiliki kewenangan.
Terlepas dari itu semua, kita tidak dapat menapikan betapa besar sumbangsih pendidikan non formal yang diberikan kepada pemerintah khususnya pada sektor pendidikan. Akan tetapi dengan fakta-fakta tersebut diatas, bisa jadi upaya pembanguan pendidikan masyarakat khususnya pada jalur pendidikan non formal akan tercederai oleh semangat PTK-nya yang tidak maksimal. Sehingga perlu upaya-upaya baru dalam membangun semangat PTK-PNF yang sudah mulai menurun. Hal yang urgen bagi kami untuk segera dilaksanakan adalah

Menyusun Undang-undang baru yang mengatur tentang PTK-PNF
Khusus pada jalur pendidikan non formal memang diakui bahwa untuk PTK-PNF sering terjadi perubahan-perubahan ketenagaan disebabkan oleh program PNF yang setiap saat berubah dan dengan perubahan itu kemudian berimbas kepada keberadaan pengelola pendidik pada program tesebut. Akan tetapi sesungguhnya pada pendidikan non formal terdapat pamong belajar dan penilik yang bersatatus PNS bisa dijadikan sebagai langkah awal. Seperti ketika guru dan dosen dibahagiakan dengan undang-undang guru dan dosen maka alangkah baiknya ketika pada jalur non formal disusun undang pamong belajar dan penilik yang perlakuanya disamakan dengan guru dan dosen, sebagaimana yang dimimpikan oleh pamong belajar dan penilik hari ini. Langkah ini kami diyakini akan membangun semangat juang PTK-PNF dalam mengelola program PNF yang kompleks dengan masalahnya, terkhusus kepada pamong belajar dan penilik yang menjadi pilot projek undang-undang tersebut.

Memberikan reward dan punishment kepada PTK-PNF
"Dalam konsep manajemen dikenal dua istilah penting yakni reward dan punishmen. Reward dan punishment merupakan dua bentuk metode dalam memotivasi seseorang untuk melakukan kebaikan dan meningkatkan prestasinya. Kedua metode ini sudah cukup lama dikenal dalam dunia kerja. Tidak hanya dalam dunia kerja, dalam dunia penidikan pun kedua ini kerap kali digunakan. Namun selalu terjadi perbedaan pandangan, mana yang lebih diprioritaskan antara reward dengan punishment? Reward artinya ganjaran, hadiah, penghargaan atau imbalan. Dalam konsep manajemen, reward merupakan salah satu alat untuk peningkatan motivasi para pegawai. Metode ini bisa meng-asosiasi-kan perbuatan dan kelakuan seseorang dengan perasaan bahagia, senang, dan biasanya akan membuat mereka melakukan suatu perbuatan yang baik secara berulang-ulang. Selain motivasi, reward juga bertujuan agar seseorang menjadi giat lagi usahanya untuk memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah dapat dicapainya.
Sementara punishment diartikan sebagai hukuman atau sanksi. Jika reward merupakan bentuk reinforcement yang positif; maka punishment sebagai bentuk reinforcement yang negatif, tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Tujuan dari metode ini adalah menimbulkan rasa tidak senang pada seseorang supaya mereka jangan membuat sesuatu yang jahat. Jadi, hukuman yang dilakukan mesti bersifat pedagogies, yaitu untuk memperbaiki dan mendidik ke arah yang lebih baik. Pada dasarnya keduanya sama-sama dibutuhkan dalam memotivasi seseorang, termasuk dalam memotivasi para pegawai dalam meningkatkan kinerjanya. Keduanya merupakan reaksi dari seorang pimpinan terhadap kinerja dan produktivitas yang telah ditunjukkan oleh bawahannya; hukuman untuk perbuatan jahat dan ganjaran untuk perbuatan baik. Melihat dari fungsinya itu, seolah keduanya berlawanan, tetapi pada hakekatnya sama-sama bertujuan agar seseorang menjadi lebih baik, termasuk dalam memotivasi para pegawai dalam bekerja" Dikutip dari (http://ipdn-artikelgratis.blogspot.com/2008/09/sistem-reward-dan-punishment-untuk.html)
(Bersambung)
Penulis; Hasruddin, S.Pd

Diseminasi Hasil LKN-LKT PTK-PNF berprestasi tingkat nasional Tahun 2010

Hari kamis tanggal 30 September tahun 2010 di hotel Sanur Paradise  Bali, dilaksanakan pembukaan kegiatan Diseminasi Hasil Karya Nyata dan Karya Tulis PTK-PNF berprestasi tingkat nasional yang dilaksanakan dalam Jambore PTK-PNF tahun 2010. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan dari tanggal 30 September s.d 2 Oktober tahun 2010. Kegiatan ini selain untuk memberikan penghargaan kepada PTK-PNF yang berprestasi ditingkat Nasional, juga bertujuan untuk memberikan penguatan-penguatan terhadap hasil harya berprestasi peserta baik ditingkat provinsi mapun ditingkat nasional. Kegiatan pembukaan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal PMPTK, Durektur PTK-PNF, Tim Asistensi, serta peserta Jambore 1000 PTK-PNF tahun 2010. Kegiatan diseminasi ini diikuti oleh seluruh peserta Jambore wilayah timur yang berjumlah 17 provinsi. Dalam sambutannya, Direktur PTK-PNF (DR. Erman Samsuddin) mempresentasikan hasil evaluasi lomba Jambore PTK-PNF Tahun 2010, dalam evaluasi ini digambarkan mulai dari sebaran provinsi berprestasi, sampai kepada pengkategorian peserta jambore mulai dari yang terbaik sampai kepada yang kurang baik. Harapan dari evaluasi ini adalah daerah-daerah yang dianggap belum memberikan prestasi maksimal, dapat lebih memacu diri sehingga daerahnya tidak terlalu ketinggalan dari daerah lainnya.
Sambutan selanjutnya adalah dari Direktur Jenderal PMPTK yang memberikan apresiasi luar biasa terhadap hasil jambore 1000 PTK-PNF 2010, dalam sabutannya beliau menantang kepada Direktorat yang terkait untuk lebih meningkatkan level jambore PTK-PNF ketingkat dunia sehingga kegiatan ini. Selanjutnya beliau membuka kegiatan Diseminasi Hasil Karya Nyata dan Karya Tulis PTK-PNF berprestasi tingkat nasional tahun 2010 dengan memukul gong sebanyak tujuh kali sebagai symbol tujuh jenis lomba yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Diposting oleh; Hasruddin, S.Pd

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Membangun PTK-PNF

Latar Belakang
Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 13 ayat 1 telah menjelaskan bahwa jalur pendidikan terdiri dari 3 (tiga) jalur, yaitu jalur pendidikan formal, jalur pendidikan nonformal dan jalur pendidikan informal untuk dapat saling melengkapi dan memperkaya. Lebih jauh lagi dijelaskan pada pasal 26 ayat 1 bahwa pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Dalam membangun mutu pendidik dan tenaga kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional telah melakukan perubahan-perubahan yang substantif dengan membentuk satu Direktorat Jenderal khusus yang menangani mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan baik formal maupun nonformal. Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, telah ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK), kemudian disusul terbentuknya empat (4) Direktorat baru di bawah Ditjen PMPTK, yang salah satunya adalah Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non-Formal (Dit.PTK-PNF) untuk khusus menangani pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal (PTK-PNF).

Karakteristik PTK-PNF
Karakteristik dari PTK-PNF yang ada di Indonesia yang berstatus Pegawai Negeri Sipil hanyalah Pamong Belajar dan Penilik, sedangkan sisanya seperti Tutor Kesetaraan, Tutor Keaksaraan, Instruktur Kursus, Pendidik PAUD dan lain sebagainya adalah berstatus non PNS. Selain itu perkembangan PTK-PNF tergantung kepada kebutuhan masyarakat, sehingga ini juga berdampak kepada kuantitas dari PTK-PNF yang ada untuk melakukan pendampingan terhadap program-program pada pendidikan nonformal seperti Pendidikan Anak Usia Dini, Kesetaraan, Keaksaraan dan Life Skill.
Bila seringkali terdengar sebutan untuk PTK-PNF dengan “ON – OFF”, maksudnya adanya PTK-PNF tersebut amat bergantung kepada ada tidaknya warga belajar. Permasalahannya adalah keberadaan warga belajar pada pendidikan nonformal memiliki spesifikasi yang khas juga, tergantung kepada keinginan belajar dan kebutuhan mereka. Inilah yang menyebabkan pengembangan pendidikan nonformal menjadi semakin unprecditable atau tidak dapat diperkirakan dengan pasti.
Selain itu keberagaman dari PTK-PNF dengan masing-masing bidangnya mempunyai tantangan tersendiri bagi pengembangan pendidikan nonformal. Seperti Pamong Belajar yang mempunyai tugas untuk memfasilitasi dan memotivasi warga belajar serta mengembangkan model pembelajaran atau peran Penilik untuk melakukan kepenilikan, lantas peran dari Pendidik PAUD yang bertugas untuk mendidik Anak Usia Dini, para Tutor dan lain sebagainya. Karena keberagaman ini juga tidak ditunjang oleh sebuah dukungan system pendataan yang baik dengan adanya kekhasan dari warga belajar pada pendidikan nonformal, sehingga ini berakibat kepada begitu cepatnya perubahan seorang PTK-PNF menjadi PTK-PNF yang lain. Sebagai contoh adalah ketika A menjadi Pendidik PAUD pada bulan x – y lantas kemudian dengan cepat berubah menjari Tutor Keaksaraan pada bulan z yang disebabkan oleh Pendidik PAUD dan Tutor Keaksaraan dalam rentangan waktu yang bersamaan. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya melakukan pendataan ada PTK-PNF bila tidak adanya sebuah strategi yang jelas.
Belum lagi masih minimnya pemetaan berdasarkan kompetensi yang baik bagi PTK-PNF dikarena kecepatan perubahan status tersebut. Ketidakadaan pemetaan ini tentunya akan berdampak langsung kepada lemahnya penjaminan mutu para PTK-PNF yang akan berimbas kepada mutu dari warga belajar. Bagi dunia pendidikan ini adalah permasalahan besar karena membiarkan terjadinya pembodohan baik secara sengaja maupun tidak sengaja terhadap sasaran maupun stakeholder dari pendidikan nonformal, PTK-PNF khususnya.
Selain itu, pemerintah sampai saat ini masih belum memberikan payung hukum yang jelas untuk bisa mengayomi PTK-PNF baik dari segi mutu maupun dari segi kesejahteraan karena beberapa alasan. Sebagai salah satu contoh adalah ketidakadilan yang terjadi antara Penilik dan Pengawas yang masing-masing bertugas melakukan fungsi pengawasan terhadap program. Penilik yang melakukan pengawasan untuk program pendidikan nonformal nilai tunjangan lebih rendah dibandingkan dengan Pengawas yang bertugas pada pendidikan formal. Belum lagi permasalahan Batas Usia Pensiun (BUP) yang berbeda antara Penilik dan Pengawas, padahal mereka sama-sama tenaga fungsional. Yang lebih menarik lagi adalah ketidakjelasan karir PTK-PNF secara konseptual, ketika seorang Pendidik PAUD tidak mempunyai karir yang jelas sesuai dengan kompentensinya seperti halnya PTK-PNF lainnya. 

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi di Era Sekarang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akhir-akhir ini sudah amat luar biasa, bahkan sudah sampai tahapan dimana penggunaan TIK telah menghilangkan batasan wilayah dan waktu karena semuanya sudah serba cepat dan setiap orang punya akses yang sama terhadap informasi.
Perkembangan TIK merupakan gabungan dari perkembangan teknologi komputer dan teknologi komunikasi.Teknologi komputer sekarang sudah sedemikian canggih sehingga komputer semakin lama semakin kecil dan semakin cepat serta penggunaannya sudah demikian kompleks untuk membantu perkembangan sains. Sedangkan teknologi komunikasi telah menghasilkan sebuah kecepatan yang luar biasa dalam pemindahan informasi dari satu titik ke titik yang lainnya. Gabungan dari keduanya telah menjadikan informasi sekarang telah menjadi sumber daya yang penting dan mempunyai keragaman media informasi yang inovatif.
Salah satu hasil dari TIK adalah Internet, sebuah media yang komunikasi yang bersifat global dan penuh dengan informasi, bahkan setiap orang bisa aktif dengan begitu banyak media interaksi yang ada di sana. Bahkan penggunaan internet tidak hanya bisa diakses melalui internet saja, tapi sudah dapat dilakukan melalui telepon atau HP, TV, dan media lainnya.
Penggunaan internet telah mengubah dunia sekarang ini menjadi satu tanpa ada lagi batasan-batasan yang bersifat primordial, ideologi, negara dan agama. Setiap orang bisa mengakses pengetahuan yang ingin dia ketahui tanpa adanya batasan. Bahkan dengan internet manusia bisa belajar sendiri untuk menentukan informasi atau pelajaran yang ia ingin dapatkan tanpa harus ada kurikulum yang terkadang mengekang kebebasan untuk belajar atau lebih mendekati kepada long life education.

Menjawab Tantangan PTK-PNF Dengan TIK
Pendidikan Nonformal yang mempunyai karakteristik dinamis dan fkeksibel tersebut pada dasarnya merupakan pendidikan yang berbasiskan kebebasan dan aktulisasi diri atau juga dapat dikatakan pendidikan yang berbasiskan kepada kebutuhan masyarakat. Kesemuanya tertuang dalam moto pendidikan nonformal yaitu long life education atau belajar sepanjang hayat.
Karakterisitik inilah yang sesungguhnya dapat difasilitasi oleh TIK. Melalui Distance Learning atau pembelajaran jarak jauh maka proses pembelajaran dapat dilakukan tanpa melakukan pertemuan konvensional. Ketika seorang PTK-PNF mempunyai dinamisasi yang tinggi terhadap pekerjaannya maka menuntut mereka untuk bisa menguasai berbagai bidang ilmu, karena bukan suatu hal yang tidak mungkin A menjadi tutor hari ini, esok akan menjadi Pendidik PAUD, ini bisa difasilitasi dengan peran internet menjadi sumber informasi yang tidak terbatas. Atau ketika PTK-PNF ingin memberikan sumber informasi kepada warga belajarnya yang mempunyai karakteristik yang khas maka media internet merupakan salah satu media yang menjanjikan, karena setiap warga belajar dapat mengakses kapanpun dan dimanapun pembelajaran yang diberikan oleh PTK-PNF.
Salah satu permasalahan utama yang ada pada PTK-PNF adalah masih lemahnya pemetaan dan pendataan PTK-PNF sampai saat ini. Oleh karena itu, sejak tahun 2007 Direktorat PTK-PNF mengembangkan 2 (dua) sistem, yaitu Sistem Informasi Manajemen Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SIM-NUPTK) untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan valid PTK-PNF dan Decission Support System (DSS) untuk mendapatkan informasi awal kemampuan PTK-PNF dalam penguasaan terhadap bidangnya masing-masing sesuai dengan standar kompetensinya.
Pengembangan SIM-NUPTK tersebut bermaksud untuk mendapatkan data secara lengkap sesuai dengan kesepakatan yang memenuhi unsur-unsur validasi per individu PTK-PNF bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia yang telah ditunjuk oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk menjadi Pusat Pendataan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Untuk pemetaan kemampuan PTK-PNF sampai saat ini Direktorat PTK-PNF telah mengembangkan sebuah DSS untuk Pamong Belajar dan Penilik untuk mengetahui kemampuan awal penguasaan bidang mereka, kedepannya akan dilakukan kepada semua PTK-PNF. Yang kedepannya diharapkan mampu untuk melakukan penilaian-penilaian tentang profesionalisme mereka sesuai dengan tugas keahlian dan jabatan mereka. Ini kesemuanya diharapkan mampu untuk memberikan jawaban sebagai upaya awal untuk melakukan penjaminan mutu dari PTK-PNF pada umumnya yang berujung kepada sebuah sertifikasi kepada PTK-PNF.

Kesimpulan
Sudah saatnya penggunaan TIK digunakan dengan seoptimal mungkin dalam dunia pendidikan karena kemudahan-kemudahan yang diberikan serta percepatan yang dapat dilakukan.
Walau demikian permasalahan saat ini adalah masih minimnya sarana dan prasarana pendukung TIK, khususnya pada pendidikan non formal. Berkenaan dengan hal tersebut sudah saatnya pemerintah maupun stakeholder melakukan program-program pendukung terhadap pengembangan dan pemanfaatan TIK untuk kebutuhan pengembangan pendidikan, PTK-PNF khususnya.
Sumber ; http://www.jugaguru.com/column/all/tahun/2009/bulan/11/tanggal/04/id/1019/
Diposting oleh ; Hasruddin, S.Pd

Penutupan Festival OR Peserta didik PNF Tahun 2010


Kegiatan Festival peserta didik PNF tahun 2010 berakhir sudah pada hari minggu, 26 September 2010. Pada hari itu dilombakan beberapa final cabang olahraga seperti Bulu tangkis, tenis meja, dan sepak bola mini. Setelah semua perlombakan berakhir, selanjutnya dilanjutkan dengan penutupan kegiatan secara resmi. Adapun yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Asisten deputi olahraga Kementrian Pemuda dan Olahraga. Dalam sambutannya beliau merasa sangat berbangga atas keberhasilan pelaksanaan festival olahraga peserta didik ini dan mengaharapakn kepada seluruh peserta didik untuk untuk terus mengasah kemampuannya didaerah masing-masing. Selanjutnya beliau menutup secara resmi kegiatan tersebut. Acara selanjutnya adalah pengumuman pemenang yang dilanjutkan dengan penyerah medali. Adapun juara umum adalah kontingen SKB Kota Palopo yang berhasil meraik 5 (lima) medali emas 1 (satu) perak dan 1 (satu) perunggu, diikuti oleh SKB Jeneponto yang berhasil meraih 2 (dua) emas dan 1 perunggu. Terlihat seluruh kontingen cukup merasa puas dengan hasil masing-masing.
Diposting oleh : Hasruddin, S.Pd

Hari Pertama Festival Peserta Didik PNF

Hari pertama lomba Festival peserta didik PNF tahun 2010 telah dilaksanakan. Hari pertama ini dilaksanakan 6 (enam) kategori lomba sekaligus. Yakni cabang engrang, terompah, sepak bola mini, bola voli, tenis meja, dan bulu tangkis. Peserta yang terdiri dari 250 orang ini terlihat sangat bersemangat mengikuti kegiatan. Seru, dan menyenangkan itulah yang dirasakan oleh peserta. Hal ini terungkap ketika kami (red) mencoba menanyakan hal tersebut kepada salah seorang peserta dari kabupaten Luwu. Mereka terlihat sangat menikmati lomba yang meskipun mereka baru bertemu satu sama lain dengan utusan dari daerah lain. Kearaban terlihat sangat dominan, baik dikalangan peserta maupun dikalangan pendamping. Hal inilah yang sesungguhnya menjadi salah satu substansi utama mengapa kegiatan Festifval Peserta Didik PNF ini dilaksanakan. Dihari pertama itu SKB Kota Palopo terlihat sangat dominan dalam meloloskan pesertanya sampai pada babak selanjutnya, seperti bola voli putri, bulu tangkis, dan engrang. Disektor bola voli putra SKB Pinrang terlalu tangguh untuk peserta dari SKB lain, hal ini terlihat dari begitu mudahnya mereka menumbangkan lawan-lawannya. Hari pertama itu pula dilangsungkan final untuk beberapa kategori lomba sepeti terompah putra putri, bola voli putra putri, dan engrang putra putri. SKB Kota Palopo pada akhirnya mampu meraih medali emas pada cabang bola voli putri setelah mengalahkan SKB Kota Pare-pare pada babak final. Medali emas juga diraih pada kategori lomba engrang putra putri, yang artinya bahwa SKB Kota Palopo meraik 3 emas pada hari pertama tersebut.
Hal yang paling seru terjadi dikategori lomba bola mini putra, dimana malam sebelumnya terjadi hujan sehingga lapangan yang telah disiapkan panitia menjadi becek. Akan tetapi hal tersebut sedikitpun tidak mengurangi semangat mereka, mereka terlihat seperti bocah yang kegirangan bermain lumpur-lumpuran. Tapi yang pasti bahwa senyum sangat banyak terjadi dihari pertama lomba tersebut.
Diopsting oleh ; Hasruddin, S.Pd

Pembukaan Festival Peserta Didik PNF 2010

Jumat, tanggal 24 September tahun 2010, di Gedung olahraga lagaligo Kota Palopo dilangsungkan pembukaan kegiatan Festival Peserta Didik PNF tahun 2010. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh 21 SKB se Sulawesi Selatan dan Barat, dimana jumlah peserta yang hadir sebanayak 250 orang, ditambah pendamping yang berjunlah 42 orang. Seremoni pembukaan kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 16.00. Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Palopo yang selanjutnya menjadi inspektur upacara, Kepala BPPNFI Regional V Makassar, Asisten Deputi Olahraga, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palopo, serta panitia pelaksana yang terdiri dari panitia pusat dan daerah.
Acara pembukaan ini diawali dengan laporan ketua panitia (Muh. Yamin, S.Pd. M.Si) yang juga adalah sekretaris KONI Kota Palopo yang melaporkan mengenai pelaksanaan kegiatan Festival peserta didik PNF ini. Beliau dalam laporannya menyampaikan tentang hal-hal yang mendasari kegiatan, asal peserta, dan jumlah peserta yang ambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Acara selanjutnya adalah sambutan-sambutan yang diawali oleh Kepala BPPNFI Regional V Makassar, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan Festival peserta didik PNF ini merupakan program model yang diharapkan mampu untuk menjadi wadah sosialisasi kepada seluruh masyarakat tekait dengan pendidikan non formal khususunya pendidikan kesetaraan. Beliau menyampaikan bahwa berdasarkan undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 bahwa jalur pendidikan non formal merupakan salah satu jalur pendidikan yang diatur dan diberlakukan sama dengan pendidikan formal. Akan tetapi ternyata sampai hari ini pendidikan non formal masih menjadi alternatif terakhir dari pilihan-pilihan jalur pendidikan masyarakat. mengakhiri sambutannya, kepala BPPNFI regional V Makassar menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Kota Palopo khusunya kepada SKB Kota Palopo yang telah menfasilitasi sekaligus berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Sambutan selanjutnya adalah sambutan Walikota Palopo yang diawali dengan ucapan selamat datang kepada seluruh dan menyampaikan harapan agar seluruh kontingen dapat menikmati keindahan Kota Palopo. Selanjutnya dalam sambutannya, Walikota Palopo Palopo menyamapiakn terimakasih yang setinggi-tingginya khususnya kepada Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga dan BPPNFI Regional V Makassar yang mempercayakan kepada Kota Palopo sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan yang menurut beliau adalah suatu kebangaan tersendiri. Mengakhiri sambutannya beliau menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kontingen jika dalam pelaksanaan kegitaan tersebut terdapat hal-hal yang tidak berkenan.
Selanjutnya seremoni pembukaan kegiatan dilaksanakan pertandingan exebisi antara Walikota Palopo dengan Kepala BPPNFI Regional V Makasar yang dimenangkan oleh oleh Walikota Palopo.
Diposting oleh; Hasruddin, S.Pd

Pestival Olah Raga Peserta Didik PNF 2010

Kota Palopo sebagai kota tujuan pendidikan bukan sekedar slogan biasa. Banyak prestasi baik skala daerah maupun pusat, bahkan ditingkat dunia yang telah diraih. Berdasarkan bekal itu semua, maka Kota Palopo oleh BPPNFI Reg. V Makassar dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan Pestival Olah raga peserta didik PNF tahun 2010. Kegiatan ini akan dilaksankan dari tanggal 24 sd. 26 September 2010. Peserta yang akan hadir adalah warga belajar Paket B dari seluruh propinsi sul-sel dan sul-bar. Untuk memantapkan acara ini, hari kamis tanggal 16 September 2010 tim sat gas olahraga BPPNFI Reg V makassar melaksanakan rapat teknis dengan seluruh panitia lokal. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Bidang PLS Kota Palopo, Kepala UPTD SKB Kota Palopo, Pamong Belajar, dan Penilik dimana semuanya merupakan panitia pelaksana yang siap untuk mensuksekan acara, sedangkan dari BPPNFI sendiri dihadiri oleh Arman Taufik, S.Pd, dan Drs. Anwar Bakkai M.Pd. Dalam rapat ini sat gas olahraga BPPNFI Reg V Makassar menjelaskan secara gamblang tenis-teknis pelaksanaan kegiatan tersebut, selanjutnya Kabid PLS Kota Palopo dalam arahannya meminta kepada seluruh panitia dan PTK-PNF yang hadir pada saat itu untuk berperan aktif sehingga kegiatan tersebut bisa berajalan dengan sukses.
Diposting oleh ; Hasruddin, S.Pd

Tentang PTK-PNF

Kotak Pesan

Radio PLS

Bagaiaman menurut anda program yang kami selenggarakan?