Pengunjung

free counters

Admin

Lomba Blog PNF 2010

Tampilkan postingan dengan label Jurnal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnal. Tampilkan semua postingan

Strategi mendidik anak

1. Pelajari tahap-tahap perkembangan anak
Usia 0-2 tahun adalah tahap sensorimotor (merasakan dunia melalui gerak dan indera, dan mempelajari keberadaan objek). Usia 2-7 tahun adalah tahap pra-operasional (mulai memiliki kecepatan motorik). Usia 7-11 tahun adalah tahap operasional konkret (mulai berpikir logis tentang kejadian-kejadian nyata).Di atas 11 tahun adalah tahap operasional formal (mulai mengembangkan penalaran abstrak). 

2. Stimulasi anak sesuai kebutuhan
Anak usia prsekolah sampai usia SD awal mulai memiliki kecakapan motorik. Maka senang dengan melibatkan motorik kasar dan motorik halus. Anak usia 7-11 tahun mulai berpikir logis. mereka senang dengan belajar:mengamati alam sekitar,membuat percobaan untuk melihat sebab akibat dll. Anak usia 11 tahun ke atas mulai berpikir abstrak dan senang belajar dengan diskusi.

3. Respon setiap pertanyaan anak
Jangan matikan rasa ingin tahu anak dengan mengabaikan pertanyaan mereka. Pertanyaan adalah salah satu tanda adanya rasa ingin tahu.

4. Apresiasi proses belajar anak
Apapun yang dilakukan anak terutama anak prasekolah yang masih dalam proses belajar berikanlah penilaian positif.

5. Jadilah teman diskusi yang baik
Semakin besar usia anak berusahalah menjadi teman diskusi yang baik.

6. Biasakanlah anak belajar di rumah secara teratur.
yaitu belajar pada jam yang tepat setiap hari. Saat belajar, minimal anak mengulang pelajaran di sekolah dan melihat jadwal pelajaran besok. Pembiasaan belajar hendaknya tidak dilakukan secara drastis dan mendadak jika anak belum punya kebiasaan belajar.

7. Samakan kecenderungan metode belajar di rumah dan di sekolah
Orang tua perlu menjamin kekompakan dalam pola asuh. Ini memudahkan untuk menetapkan metode belajar tertentu untuk anak (sesuai kecenderungan anak).

sumber ; http://tokomainananak.com/artikel/7-kiat-menumbuhkan-semangat-belajar-anak-di-rumah.html
sumber gambar; http://khalidabdullah.com/keluarga/mendidik-anak-cerdas/
Diposting oleh; Hasruddin, S.Pd

Cerdas Optimal Berkat Stimulasi Dini

"Stimulasi pada masa kecil dapat mempengaruhi kemampuan pengetahuan anak dalam mengembangkan aktivitas berpikir mengenai segala sesuatu yang diserap melalui panca indera. "Stimulasi akan menjadikan sel-sel otak menjadi bercabang-cabang. Ini menunjukkan fungsi berpikir otak lebih maksimal," ujar seorang psikiater, dr Caroline MSc SpKj, di Jayapura,"
Stimulasi pada masa kecil dapat mempengaruhi kemampuan pengetahuan anak dalam mengembangkan aktivitas berpikir mengenai segala sesuatu yang diserap melalui panca indera. "Stimulasi akan menjadikan sel-sel otak menjadi bercabang-cabang. Ini menunjukkan fungsi berpikir otak lebih maksimal," ujar seorang psikiater, dr Caroline MSc SpKj, di Jayapura, Sabtu (10/10). Ia menjelaskan, fase paling peka dalam pembentukan otak sebagai wadah kognitif atau yang biasa dikenal dengan "golden age" adalah usia satu hingga lima tahun, selain pada saat anak masih di dalam kandungan.
Stimulasi pada periode usia tersebut sangat mempengaruhi luas dan besarnya wadah pengetahuan sehingga menjadikan seseorang memiliki kemampuan berpikir yang luar biasa. Namun, sebaliknya jika wadah pengetahuan tidak pernah mendapat rangsangan, akan menjadi sempit dan kecil sehingga membentuk seorang individu memiliki kemampuan berpikir yang terbatas.
"Stimulasi pada anak dapat diberikan mulai dari dalam kandungan guna merangsang panca inderanya dalam menerima beragam fakta dari luar yang diberikan orang tua," ujarnya. Saat sekarang, menurut dr Caroline, dapat memberikan stimulasi dengan berbagai macam cara baik secara alamiah maupun direkayasa. Prinsipnya adalah informasi yang diberikan sebagai rangsangan tersebut haruslah bersifat kaya atau variatif dan memberi efek positif.
Stimulasi secara alamiah dapat dilakukan anak dengan sendirinya ketika yang bersangkutan mulai belajar segala sesuatu dari awal. Misalnya belajar berjalan, makan, atau mencoba menarik perhatian orang-orang di sekelilingnya.
Adapun stimulasi lainnya dapat direkayasa dengan memberikan rangsangan pada setiap inderanya. Misalnya, merangsang penglihatan dengan memberikan warna yang cerah dan terang di dalam kamar tidur atau pada mainannya. Sementara itu, untuk merangsang pendengaran, dapat diberikan bunyi-bunyian berupa musik sejak bayi di dalam kandungan hingga tumbuh menjadi anak.
"Dalam pemilihan musik, sebaiknya orang tua lebih bijak karena musik bisa mempengaruhi IQ serta pembentukan karakter anak. Ada baiknya sejak masih di dalam kandungan anak sudah diperkenalkan dengan musik klasik, sebab itu lebih baik," jelas Caroline. Sedangkan untuk indera perabaan, kain yang mempunyai tingkat kekasaran atau kelembutan yang bervariasi dapat dijadikan media stimulasi. Semua stimulasi tersebut dapat mengembangkan dan memperluas otak anak sebagai wadah kognitif bagi mereka sehingga dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas.
"Peran orang tua sangat menentukan dalam tumbuh kembang anak. Selain itu, agar anak tidak hanya cerdas dalam hal pengetahuan, pendidikan agama dan moral juga harus distimulus sedari dini," katanya.
Sumber: http://www.pnfi.depdiknas.go.id/ 15 Juni 2010
Penulis: Hasruddin, S.Pd

Tentang PTK-PNF

Kotak Pesan

Radio PLS

Bagaiaman menurut anda program yang kami selenggarakan?