PALOPO, BKM -- Sebagai wadah pendidikan non formal dan informal, Unit Pelaksana Teknis Dinas Sanggar Kegiatan Belajar (UPTD-SKB) Kota Palopo telah banyak membantu masyarakat. Sejak berdiri tahun 2003 silam, lembaga yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Palopo ini langsung mengimplementasikan program yang dicanangkan Pemkot, yaitu pendidikan tanpa biaya alias gratis.Mengawali pelaksanaan tahun pertama, SKB mampu memprogramkan pendidikan kursus menjahit, kecantikan, kelompok belajar olahraga, administrasi pengelolah dan bantuan pendidikan serta keterampilan komputer.
UPTD-SKB Palopo memiliki 3 orang staf dan pamong belajar 25 orang. Sedangkan peserta yang terbilang masyarakat produktif (20, 25 hingga 30 tahun ke atas) yang mengikuti program SKB ini sebanyak 43 orang.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo, Samsul dari tahun ke tahun kegiatan SKB ini begitu dinikmati masyarakat di Kota Idaman ini. Bahkan, kata dia, setiap tahunnya, peserta SKB kian bertambah. Ini menandakan bahwa kesadaran masyarakat untuk belajar semakin besar. Masyarakat juga kini memahami apa yang diharapkan Pemkot Palopo dalam program SKB tersebut.
Menginjak tahun kelima berdirinya, 2009 ini SKB merealisasikan kegiatannya dengan signifikan. Pada tahun 2008 lalu, SKB mampu menghasilkan 95 persen peserta SKB lulus kesetaraan mulai dari paket A,B,C. Mereka yang lulus akhirnya mendapat ijazah yang setara dengan kelulusan sekolah negeri lainnya. Ini dilakukan demi terwujudnya masyarakat jauh dari buta aksara.
Kepala SKB Kota Palopo, Bakhtiar Arsyad mengatakan, saat ini lembaga yang dikelolanya telah memberikan seuatu percontohan dan pengendalian dalam mutu pendidikan pada program luar sekolah. Wadah ini akhirnya mampu menciptakan suatu dinamika dalam kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan, fungsi dari SKB ini adalah membangkitkan dan menumbuhkan kemauan belajar dalam rangka mewujudkan masyarakat gemar belajar. Selain itu, dapat memberikan motivasi dan pembinaan masyarakat agar mau dan mampu menjadi tenaga pendidikan.
''Masyarakat yang telah ikut SKB ini diharapkan bisa memberikan motivasi kepada lingkungan sekitarnya. Dalam program SKB ini Pemkot Palopo hanya menginginkan, selain mengetahui dunia pendidikan mereka juga dapat menghasilkan sebuah inisiatif cemerlang,'' ujar Bakhtiar.
Sebelumnya, Walikota Palopo HPA Tenriadjeng mengaku terkesan dengan perkembangan program SKB selama ini. Ia sangat merespon program yang dilaksanakan, karena dapat mewujudkan masyarakat dekat dengan pendidikan. Orang nomor satu di Palopo meminta warganya untuk tidak berhenti mengenal dunia pendidikan.
''Saya tidak menyangka kalau program SKB sudah sejauh ini. Karena itu program ini perlu mendapat apresiasi, khususnya kepada pamong-pamong yang tidak mengenal lelah,” kata mantan Dirut PDAM Makassar itu.
Hasruddin (26), pamong yang membidangi jurusan matematika mengatakan, masyarakat yang telah ikut dalam program SKB ini akhirnya mampu melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak terjadi kepada mereka. “ Mudah-mudahan apa yang mereka lakukan selama ini bisa menjadi generasi seperti kami,” ujarnya. ((*/rus))
Sumber: Harian Berita Kota Makassar
Penulis ; Hasruddin, S.Pd
1 komentar:
Programnya sudah baik, hanya upayakan supaya seluruh pamong belajar yang ada di SKB Palopo supaya bisa memberikan peran yang maksimal terhadap program yang diselenggarakan.
Posting Komentar